
Jakarta – Kopi dan matcha kini sama-sama populer sebagai pilihan minuman berkafein untuk menemani aktivitas sehari-hari. Keduanya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi memberikan karakter efek yang berbeda.
Kopi cenderung memberikan dorongan energi yang lebih cepat, sedangkan matcha dikenal menghasilkan efek yang lebih lembut dan stabil. Tidak heran jika keduanya sering dibandingkan, terutama oleh orang yang ingin tetap fokus tanpa mengorbankan kesehatan.
Dilansir dari VOGUE PH, berikut perbedaan kopi dan matcha yang perlu diketahui.
1. Kopi Memberikan Efek Kafein yang Lebih Kuat
Kopi menjadi pilihan banyak orang ketika membutuhkan tambahan energi dengan cepat. Kandungan kafeinnya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, serta performa fisik.
Pelatih kebugaran asal Inggris Luke Worthington menyebut bahwa kafein dalam jumlah yang tepat dapat membantu mendukung fokus dan performa tubuh.
Selain kafein, kopi juga mengandung berbagai senyawa antioksidan. Ahli gizi Lucy Miller menyebut konsumsi kopi dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk potensi menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit hati, dan Alzheimer.
Namun, efek kopi tidak selalu positif jika dikonsumsi berlebihan. Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan rasa gelisah, sakit kepala, jantung berdebar, hingga gangguan tidur pada orang yang sensitif.
Karena itu, waktu konsumsi juga penting. Jika kafein mudah mengganggu tidur, sebaiknya hindari minum kopi terlalu dekat dengan waktu istirahat malam.
2. Matcha Punya Kafein Lebih Rendah
Matcha merupakan bubuk yang dibuat dari daun teh hijau yang ditanam dan diproses secara khusus. Karena seluruh bagian daun dikonsumsi dalam bentuk bubuk, matcha mengandung berbagai senyawa tanaman dalam jumlah cukup tinggi.
Dalam satu cangkir matcha, kandungan kafeinnya dapat berada di kisaran 70 miligram, sedangkan kopi seduh sebanyak 237 mililiter dapat mengandung sekitar 95-250 miligram, tergantung jenis dan cara pembuatannya.
Perbedaan kadar kafein ini membuat efek matcha biasanya terasa lebih ringan dibandingkan kopi.
Matcha juga kaya akan katekin, salah satu kelompok antioksidan yang terdapat dalam teh hijau. Senyawa tersebut membantu melindungi sel dari stres oksidatif.
3. Ada L-Theanine yang Membuat Matcha Berbeda
Salah satu karakteristik matcha adalah kandungan L-theanine. Asam amino ini banyak dikaitkan dengan rasa tenang dan relaksasi.
Kombinasi L-theanine dan kafein membuat sebagian orang merasa tetap waspada tetapi tidak terlalu gelisah setelah minum matcha.
Efek tersebut menjadi salah satu alasan matcha sering dipilih oleh orang yang menginginkan konsentrasi lebih stabil tanpa sensasi stimulasi yang terlalu kuat.
Meski demikian, respons tubuh terhadap kafein dan L-theanine tetap berbeda pada setiap orang.
4. Kopi dan Matcha Punya Keunggulan Masing-masing
Tidak ada jawaban mutlak mengenai mana yang lebih sehat karena pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan toleransi tubuh.
Kopi dapat menjadi pilihan ketika seseorang membutuhkan dorongan energi yang lebih cepat, misalnya pada pagi hari atau sebelum melakukan aktivitas fisik.
Sementara itu, matcha dapat dipilih ketika ingin mendapatkan asupan kafein yang cenderung lebih rendah dengan tambahan senyawa antioksidan dan L-theanine.
Keduanya juga bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama tidak dikonsumsi secara berlebihan dan tidak dipenuhi tambahan gula.
5. Perhatikan Bahan Tambahan
Jenis minuman yang dipilih bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Cara penyajiannya juga sangat menentukan.
Kopi hitam tanpa gula tentu berbeda dengan kopi yang ditambahkan banyak sirup, gula, krimer, atau topping manis. Begitu pula matcha yang dicampur susu dan berbagai pemanis dapat memiliki kandungan kalori serta gula yang jauh lebih tinggi dibandingkan matcha murni.
Jika ingin mendapatkan manfaat yang lebih optimal, pilih minuman dengan sedikit atau tanpa gula tambahan.
Jadi, Lebih Sehat Kopi atau Matcha?
Kopi unggul dalam memberikan dorongan kafein yang lebih kuat, sedangkan matcha menawarkan kombinasi kafein dan L-theanine yang bagi sebagian orang terasa lebih tenang.
Keduanya sama-sama mengandung antioksidan dan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Yang terpenting adalah menyesuaikan jumlah konsumsi dengan kondisi tubuh serta menghindari kafein terlalu dekat dengan waktu tidur.
Jadi, bukan soal kopi atau matcha yang mutlak lebih sehat, melainkan bagaimana minuman tersebut dikonsumsi dan apakah sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
