
Jakarta – Kentang selama ini lebih dikenal sebagai sumber karbohidrat yang mengenyangkan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa bagian tanaman kentang yang biasanya berakhir sebagai limbah ternyata mengandung senyawa yang berpotensi dimanfaatkan dalam industri kecantikan.
Penelitian dari University of Aberdeen di Skotlandia menemukan solanesol, senyawa yang terdapat pada batang dan daun kentang. Senyawa ini selama ini banyak diperoleh dari tanaman tembakau dan digunakan sebagai bahan baku sejumlah produk kosmetik.
Dikutip dari New York Post, temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah tanaman kentang menjadi bahan bernilai tinggi.
1. Batang dan Daun Kentang Mengandung Solanesol
Bagian tanaman kentang seperti batang dan daun umumnya tidak dimanfaatkan setelah masa panen. Namun, peneliti menemukan adanya kandungan solanesol pada bagian tersebut.
Senyawa ini menarik perhatian karena dapat digunakan sebagai bahan awal untuk menghasilkan koenzim Q10 dan vitamin K2. Keduanya kemudian dapat dimanfaatkan dalam berbagai produk, termasuk formulasi perawatan kulit.
Peneliti Sofia Alexiou menjelaskan bahwa pemanfaatan sisa tanaman kentang dapat menjadi alternatif sumber bahan baku sekaligus mengurangi limbah pertanian.
2. Berpotensi Dimanfaatkan Industri Kosmetik
Solanesol selama ini dikenal sebagai bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan sejumlah senyawa bernilai untuk industri kesehatan dan kosmetik.
Pemanfaatan bagian tanaman kentang yang sebelumnya dianggap limbah berpotensi menciptakan sumber bahan baku baru. Langkah ini juga dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi dari hasil samping pertanian.
Dengan luas lahan produksi kentang yang besar di Skotlandia, para peneliti melihat peluang untuk menghasilkan solanesol dalam jumlah lebih banyak.
3. Bisa Membantu Mengurangi Limbah Pertanian
Temuan tersebut tidak hanya menarik dari sisi skincare. Pemanfaatan batang dan daun kentang juga dapat mendukung konsep ekonomi sirkular.
Alih-alih langsung dibuang setelah panen, sisa tanaman dapat diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi. Cara tersebut berpotensi memberikan keuntungan tambahan bagi sektor pertanian sekaligus mengurangi jumlah limbah.
4. Umbi Kentang Juga Kerap Dimanfaatkan untuk Perawatan Kulit
Selain bagian tanaman yang diteliti, umbi kentang juga populer sebagai bahan perawatan kulit rumahan.
Di media sosial, terutama TikTok, beredar berbagai trik menggunakan potongan kentang mentah yang ditempelkan atau digosokkan secara langsung pada kulit. Cara tersebut dipercaya dapat membantu membuat kulit terlihat lebih cerah, menyamarkan noda, hingga mengurangi tampilan lingkar hitam di bawah mata.
Kentang sendiri mengandung vitamin C dan sejumlah senyawa antioksidan yang memang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti kentang mentah dapat menggantikan produk skincare yang telah diformulasikan secara khusus.
5. Hati-hati Mengoleskan Kentang Mentah ke Wajah
Tren menggunakan kentang secara langsung pada kulit belum memiliki bukti kuat bahwa metode tersebut efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit.
Kulit setiap orang juga memiliki sensitivitas berbeda. Mengoleskan bahan mentah secara langsung berpotensi menimbulkan iritasi pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.
Jika ingin mencoba bahan alami pada wajah, sebaiknya lakukan uji tempel terlebih dahulu dan hentikan penggunaan apabila muncul rasa perih, kemerahan, gatal, atau iritasi.
Potensi Besar, Tapi Bukan Berarti Kentang Bisa Jadi Skincare Utama
Penelitian mengenai solanesol dari sisa tanaman kentang menunjukkan adanya peluang baru dalam pemanfaatan limbah pertanian untuk industri kosmetik. Namun, temuan tersebut berbeda dengan klaim bahwa mengoleskan kentang mentah langsung ke wajah pasti membuat kulit glowing.
Untuk menjaga kulit tetap sehat, penggunaan produk yang sesuai jenis kulit, perlindungan dari paparan sinar matahari, pola makan seimbang, serta kebiasaan hidup sehat tetap lebih penting daripada mengandalkan satu bahan alami.
