
Moskow – Rusia mengklaim berhasil menggagalkan salah satu serangan drone terbesar dari Ukraina sejak konflik kedua negara berlangsung. Dalam laporan resminya, sistem pertahanan udara Rusia disebut menembak jatuh sedikitnya 660 drone Ukraina hanya dalam semalam.
Kementerian Pertahanan Rusia, melalui pernyataan yang dipublikasikan di platform milik pemerintah Max pada Jumat (26/6/2026), menyebut ratusan drone tersebut berhasil dihancurkan di lebih dari belasan wilayah. Area yang terdampak meliputi Moskow, Semenanjung Crimea yang dianeksasi Rusia, serta wilayah udara di atas Laut Hitam dan Laut Azov.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan sedikitnya 47 drone yang mengarah ke ibu kota berhasil dicegat sebelum mencapai targetnya.
Menurut Sobyanin, petugas layanan darurat langsung diterjunkan ke lokasi jatuhnya puing-puing drone. Hingga kini, ia menyebut belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Gubernur Wilayah Tula, Dmitry Milyaev, melaporkan daerahnya yang berada sekitar 180 kilometer di selatan Moskow juga menjadi sasaran serangan drone dalam jumlah besar.
Ia mengungkapkan sebuah rumah warga di Distrik Shchekino mengalami kerusakan setelah terkena dampak serangan. Seorang perempuan dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Rusia mengenai penembakan ratusan drone tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina diketahui meningkatkan penggunaan drone jarak jauh untuk menyerang sejumlah wilayah Rusia, terutama fasilitas energi yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung operasi militer Moskow.
Pekan lalu, salah satu serangan drone Ukraina juga dilaporkan memicu kebakaran besar di sebuah kilang minyak yang berada di kawasan tenggara Moskow.
