
Jakarta – Menikmati kopi tidak selalu berarti harus menghilangkan gula atau susu dari racikan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan untuk membuat secangkir kopi lebih seimbang, mulai dari memilih biji hingga menggunakan tambahan rempah.
Kopi mengandung kafein serta berbagai senyawa tanaman, termasuk polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar dengan berbagai manfaat kesehatan.
Namun, cara memilih, menyeduh, dan meracik kopi juga perlu diperhatikan. Dikutip dari NYPost, berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk membuat kopi lebih berkualitas.
1. Perhatikan Jenis dan Tingkat Sangrai Kopi
Kualitas biji menjadi salah satu faktor yang menentukan cita rasa sekaligus kandungan senyawa dalam kopi. Biji kopi dari daerah dataran tinggi seperti Ethiopia, Kolombia, dan Kenya diketahui memiliki kandungan polifenol yang cukup tinggi.
Jika ingin mempertahankan lebih banyak senyawa tersebut, pilih kopi dengan tingkat sangrai ringan hingga sedang. Perhatikan pula kesegaran biji dengan mengecek tanggal pemanggangan pada kemasan.
Kopi berlabel organik juga dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin menghindari penggunaan pestisida dan bahan pertanian sintetis tertentu, meski label tersebut tidak otomatis membuat kopi lebih bergizi.
2. Seduh dengan Metode yang Menggunakan Filter
Metode penyeduhan ternyata turut memengaruhi komponen dalam secangkir kopi. Kopi yang dibuat tanpa penyaring dapat mengandung diterpena, seperti cafestol dan kahweol, yang diketahui dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Karena itu, menggunakan kertas penyaring ketika menyeduh kopi dapat menjadi pilihan, terutama bagi orang yang perlu memperhatikan kadar kolesterol.
Penggunaan perangkat atau wadah berbahan plastik juga sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk produsennya dan tidak digunakan pada kondisi yang tidak direkomendasikan.
3. Beri Sentuhan Kunyit
Bagi yang ingin bereksperimen dengan rasa, kunyit dapat ditambahkan dalam jumlah sedikit ke dalam kopi. Rempah berwarna kuning tersebut mengandung kurkumin, salah satu senyawa bioaktif yang banyak diteliti karena aktivitas antiinflamasinya.
Kunyit dapat memberikan cita rasa yang unik sekaligus membuat racikan kopi lebih bervariasi. Jika digunakan, cukup tambahkan sedikit bubuk kunyit agar rasa kopi tidak terlalu berubah.
Kurkumin sendiri memiliki tingkat penyerapan yang relatif rendah. Konsumsinya bersama makanan yang mengandung lemak dapat membantu proses penyerapannya.
4. Coba Campurkan Kayu Manis
Alternatif lain yang lebih familiar untuk dipadukan dengan kopi adalah kayu manis. Rempah ini memberikan aroma hangat dan rasa manis alami sehingga dapat membuat kopi terasa lebih nikmat.
Kayu manis juga mengandung berbagai senyawa antioksidan. Sejumlah penelitian telah mengeksplorasi potensinya dalam membantu mengontrol gula darah dan mendukung kesehatan metabolisme, meski manfaatnya tidak berarti menggantikan pengobatan medis.
Menambahkan sedikit bubuk kayu manis juga bisa menjadi cara untuk memberikan rasa lebih kompleks tanpa harus menambahkan banyak gula.
5. Kenali Racikan Kopi dengan Lemak Tambahan
Bulletproof coffee merupakan salah satu kreasi kopi yang dibuat dengan mencampurkan kopi hitam bersama mentega dan minyak MCT. Racikan ini populer karena dianggap dapat memberikan rasa kenyang dan energi lebih lama.
Cara membuatnya cukup sederhana. Kopi yang telah diseduh dicampur dengan mentega tawar dan minyak MCT, kemudian diblender hingga teksturnya menjadi lembut dan berbusa.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tambahan mentega dan minyak juga meningkatkan jumlah kalori dalam minuman. Jadi, jika tujuan utamanya adalah mengontrol berat badan, racikan tersebut tetap perlu dikonsumsi dengan mempertimbangkan kebutuhan kalori harian.
Pada akhirnya, kopi dapat tetap menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa harus selalu diminum pahit. Kunci utamanya adalah memilih bahan yang berkualitas, memperhatikan metode seduh, serta mengontrol jumlah gula, susu, dan bahan tambahan lainnya.
