
Jakarta – Susu dikenal sebagai salah satu minuman bernutrisi yang banyak dikonsumsi karena mengandung kalsium, protein, serta berbagai vitamin penting. Meski begitu, tidak semua makanan cocok dipadukan dengan susu karena kombinasi tertentu dipercaya dapat membuat pencernaan kurang nyaman.
Dalam beberapa tradisi pola makan, termasuk Ayurveda dari India, susu dianggap sebagai bahan makanan yang cukup sensitif dan membutuhkan cara konsumsi tertentu. Mengutip Times of India, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu.
Berikut lima makanan yang dipercaya kurang cocok dikombinasikan dengan susu.
1. Buah-buahan, terutama yang memiliki rasa asam
Mencampurkan susu dengan buah asam seperti jeruk, lemon, nanas, atau stroberi disebut dapat memengaruhi proses pencernaan. Kandungan asam dalam buah dapat bereaksi dengan protein susu sehingga menyebabkan susu lebih mudah menggumpal.
Kondisi tersebut diyakini dapat membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat dan memicu keluhan seperti perut kembung, munculnya gas, atau rasa tidak nyaman di perut.
Bahkan buah yang sering dipadukan dengan susu seperti pisang juga disebut perlu diperhatikan. Dalam beberapa pandangan tradisional, kombinasi tersebut dapat membuat pencernaan terasa lebih berat dan meningkatkan produksi lendir.
2. Ikan
Dalam pola makan tradisional tertentu, ikan dan susu termasuk dua bahan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara bersamaan. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa keduanya memiliki karakter yang berbeda sehingga dapat mengganggu keseimbangan tubuh.
Selain itu, kombinasi dua sumber protein tinggi seperti ikan dan susu dianggap dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras, terutama bagi orang yang memiliki pencernaan sensitif.
3. Makanan dengan rasa asin tinggi
Makanan yang terlalu asin juga masuk dalam daftar kombinasi yang sebaiknya dihindari bersama susu. Menurut pandangan diet kuno, makanan asin memiliki sifat yang berbeda dengan susu sehingga dapat mengganggu proses pencernaan.
Kombinasi seperti susu dengan camilan asin, misalnya keripik, atau makanan berat yang menggunakan banyak keju asin, dipercaya dapat meningkatkan risiko rasa tidak nyaman pada perut.
4. Makanan yang bersifat asam
Selain buah asam, makanan lain dengan kandungan asam seperti acar, makanan berbahan cuka, dan sayuran fermentasi juga dianggap kurang cocok dikonsumsi bersama susu.
Asam dari makanan tersebut dapat membuat protein susu mengalami perubahan sehingga berpotensi menyebabkan rasa penuh, mual, atau sensasi berat di lambung pada sebagian orang.
5. Telur
Telur dan susu merupakan dua bahan makanan yang sama-sama kaya nutrisi, terutama protein. Namun, dalam beberapa tradisi pola makan, keduanya dianggap bukan kombinasi yang ideal.
Mengonsumsi telur bersama susu disebut dapat meningkatkan beban kerja sistem pencernaan karena tubuh harus mencerna dua sumber protein sekaligus. Dampaknya, sebagian orang mungkin merasa terlalu kenyang atau mengalami pencernaan yang lebih lambat.
Menurut prinsip diet tradisional, susu lebih baik dikonsumsi secara sederhana tanpa terlalu banyak campuran agar tubuh dapat mencernanya dengan optimal. Waktu konsumsi yang sering disarankan adalah pagi atau malam hari, tergantung kebiasaan masing-masing.
Meski demikian, respons tubuh terhadap kombinasi makanan bisa berbeda pada setiap orang. Jika suatu kombinasi tidak menimbulkan gangguan, bukan berarti semua orang akan mengalami efek yang sama.
