
PETENIS Indonesia, Aldila Sutjiadi, memilih untuk beristirahat sejenak seusai menyelesaikan perjuangannya di turnamen Grand Slam Wimbledon 2026. Jeda ini dimanfaatkannya sebelum kembali menggenjot persiapan menghadapi rangkaian turnamen keras di Amerika Serikat (AS).
Aldila mengaku sama sekali belum sempat menikmati waktu luang sejak menginjakkan kaki di London, Inggris. Pasalnya, sebelum berlaga di Wimbledon, ia harus bertanding habis-habisan di Bad Homburg, Jerman, tempat ia sukses merengkuh gelar ganda WTA 500 pertamanya pada akhir bulan lalu.
“Pastinya setelah hari ini, besok aku akan off jalan-jalan, karena setelah dari Bad Homburg ke sini kan belum ada day off, jadi belum sempat jalan-jalan di London,” kata Aldila seperti dikutip dari SPOTV, Selasa (7/7).
“Aku akan ambil beberapa hari off, dan kemungkinan besar akan terbang langsung ke Amerika untuk mempersiapkan turnamen di US Swing selanjutnya.”
Perlawanan Sengit di Perempat Final
Aldila terpaksa menyudahi langkahnya di rumput All England Club, London, pada Senin (6/7). Berpasangan dengan petenis Argentina, Guido Andreozzi, di sektor ganda campuran, mereka harus mengakui keunggulan duet Australia, Marc Polmans/Storm Hunter, di babak perempat final dengan skor ketat 6-7(7), 5-7.
Menurut Aldila, tensi pertandingan sudah berjalan sangat ketat sejak set pembuka. Namun, pasangan lawan diakui tampil lebih solid, terutama saat memasuki momen-momen krusial di set kedua.
“Bisa dibilang 50-50 dari awal, dan memang kita melawan tim yang sangat solid dan kompak,” ujar Aldila mengevaluasi jalannya laga.
Secara khusus, Aldila memberikan kredit kepada Storm Hunter yang dinilainya tampil sebagai pembeda dalam laga tersebut lewat servis bertenaga dan pengembalian bola yang agresif. Demi meredam agresivitas tersebut, Aldila dan Andreozzi sejatinya sudah berupaya keras menjaga fokus pada gim servis mereka sendiri.
Pertandingan itu sendiri berlangsung sengit sejak awal. Pada set pertama, kedua pasangan saling mempertahankan gim servis masing-masing hingga memaksa terjadinya tie-break, sebelum akhirnya Polmans/Hunter mengamankan set pembuka.
Memasuki set kedua, tensi tinggi tidak menurun. Aldila/Andreozzi sempat menjaga asa dengan menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Sayang, pasangan Australia berhasil mematahkan servis Aldila/Andreozzi pada gim ke-11 dan mengunci kemenangan set kedua dengan skor 7-5.
Kekalahan ini sekaligus menutup lembaran perjalanan Aldila di Wimbledon 2026. Sebelumnya, langkah petenis terbaik Indonesia ini juga harus terhenti di babak kedua sektor ganda putri saat berpasangan dengan rekan senegaranya, Janice Tjen.
