
Jakarta – Bayam termasuk sayuran yang mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Namun, cara mengolahnya perlu diperhatikan agar tekstur, rasa, warna, dan kandungan nutrisinya tetap optimal.
Bayam memang bisa diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sayur bening, tumisan, salad, hingga campuran pasta. Sayangnya, proses memasak yang kurang tepat dapat membuat daun bayam berubah terlalu lembek, berair, pucat, bahkan kehilangan sebagian nutrisinya.
Tak perlu khawatir. Ada beberapa trik sederhana yang bisa diterapkan saat memasak bayam agar hasil akhirnya lebih lezat sekaligus tetap bernutrisi.
Dilansir dari Times of India, berikut beberapa cara mengolah bayam yang bisa dicoba:
1. Jangan Langsung Masak Setelah Dicuci
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memasukkan bayam yang masih terlalu basah langsung ke dalam wajan.
Air berlebih dapat membuat bayam menjadi terlalu lembek ketika dimasak. Karena itu, setelah mencuci bayam, sebaiknya keringkan terlebih dahulu.
Kamu bisa menggunakan tisu dapur untuk menyerap air atau memanfaatkan salad spinner agar sisa air pada daun berkurang. Dengan begitu, tekstur bayam saat dimasak bisa lebih sesuai dengan hidangan yang dibuat.
2. Tambahkan Sedikit Lemak
Bayam mengandung sejumlah vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, E, dan K. Karena itu, mengombinasikannya dengan sedikit sumber lemak dapat membantu proses penyerapan nutrisi tersebut.
Minyak zaitun atau mentega bisa digunakan saat mengolah bayam. Selain membantu penyerapan vitamin, tambahan lemak juga dapat membuat rasa bayam menjadi lebih gurih dan nikmat.
3. Masukkan Bayam Menjelang Masakan Matang
Bayam merupakan sayuran yang cepat matang. Memasaknya terlalu lama justru dapat membuat daun kehilangan warna hijau segarnya dan teksturnya menjadi terlalu layu.
Jika bayam digunakan dalam sup, masukkan menjelang akhir proses memasak setelah bahan yang membutuhkan waktu lebih lama, seperti kentang dan wortel, matang.
Begitu pula ketika membuat tumisan. Bayam sebaiknya menjadi salah satu bahan yang dimasukkan paling akhir agar warna dan teksturnya tetap menarik.
4. Bumbui Setelah Bayam Mulai Layu
Waktu pemberian garam ternyata juga berpengaruh terhadap hasil masakan bayam.
Sebaiknya jangan langsung menambahkan garam ketika bayam baru dimasukkan ke wajan. Garam dapat membuat daun mengeluarkan lebih banyak air sehingga teksturnya menjadi kurang menarik.
Tunggu sampai bayam mulai layu, kemudian tambahkan garam dan bumbu lainnya. Cara ini membantu menjaga tekstur sekaligus membuat rasa bumbu lebih seimbang.
5. Tangkainya Tak Perlu Dibuang
Bukan hanya bagian daun yang bisa dimanfaatkan. Tangkai bayam juga dapat digunakan dalam masakan, terutama jika teksturnya masih cukup lunak.
Tangkai yang lebih besar atau keras bisa dimanfaatkan sebagai bahan kaldu dan sup. Bahkan, bagian tersebut dapat diolah menjadi saus dengan cara diblender.
Selain mengurangi limbah makanan, memanfaatkan tangkai juga memungkinkan lebih banyak bagian sayuran yang dikonsumsi.
6. Jangan Kaget Melihat Bayam Menyusut
Bayam memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga volumenya akan berkurang cukup banyak setelah terkena panas.
Karena itu, jangan menilai jumlah bayam hanya berdasarkan volumenya sebelum dimasak. Segenggam bayam mentah bisa terlihat sangat banyak, tetapi ukurannya akan menyusut setelah dimasak.
Jadi, tak perlu ragu menggunakan bayam dalam jumlah cukup banyak jika ingin mendapatkan porsi sayuran yang memadai.
Dengan memperhatikan cara mencuci, mengeringkan, membumbui, hingga menentukan waktu memasaknya, bayam bisa tetap terasa lezat sekaligus mempertahankan kualitas nutrisinya.
