
Jakarta – Setelah menyantap makanan dalam porsi besar, sebagian orang memilih beristirahat atau langsung duduk. Padahal, melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai setelah makan ternyata dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh.
Jalan kaki merupakan aktivitas sederhana yang mudah dilakukan tanpa membutuhkan peralatan khusus. Kebiasaan ini juga dapat dilakukan dalam waktu singkat, termasuk setelah selesai makan.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa aktivitas fisik ringan setelah makan dapat membantu tubuh mengelola kadar gula darah. Efek tersebut menjadi salah satu alasan berjalan kaki setelah makan banyak dianjurkan sebagai bagian dari gaya hidup aktif.
Dikutip dari The Independent, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of General Medicine membandingkan beberapa pola aktivitas, termasuk berjalan selama sekitar 15 menit setelah makan.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas setelah makan dapat membantu menekan kenaikan kadar gula darah. Namun, manfaat tersebut tetap dipengaruhi oleh pola makan, intensitas aktivitas, serta kondisi kesehatan masing-masing orang.
Lantas, apa saja perubahan yang mungkin dirasakan tubuh ketika berjalan kaki setelah makan?
1. Membantu Mengurangi Rasa Begah
Perut terasa penuh atau begah setelah makan merupakan hal yang cukup umum. Aktivitas fisik ringan dapat membantu merangsang pergerakan saluran pencernaan.
Berjalan santai setelah makan berpotensi membantu mengurangi rasa tidak nyaman seperti kembung. Gerakan tubuh yang ringan juga membuat seseorang tidak langsung berada dalam posisi duduk atau berbaring setelah menyantap makanan.
Namun, berjalan terlalu cepat atau melakukan aktivitas berat justru dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.
2. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah
Salah satu manfaat yang paling banyak diteliti dari berjalan setelah makan adalah pengaruhnya terhadap kadar gula darah.
Ketika seseorang makan, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, kadar gula darah akan meningkat. Melakukan aktivitas fisik ringan setelahnya dapat membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi.
Efek tersebut berpotensi membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Manfaat ini juga menjadi perhatian bagi orang dengan diabetes, meskipun aktivitas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Sebuah penelitian pada orang dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa berjalan selama sekitar 10 menit setelah waktu makan dapat membantu pengendalian gula darah.
3. Mendukung Proses Pencernaan
Berjalan kaki membuat tubuh tetap bergerak ketika proses pencernaan sedang berlangsung.
Aktivitas ringan setelah makan dapat membantu merangsang pergerakan saluran pencernaan sehingga makanan dapat bergerak melalui sistem pencernaan.
Tidak perlu berjalan jauh untuk mendapatkan efek tersebut. Jalan santai dalam waktu singkat sudah cukup menjadi cara sederhana untuk tetap aktif setelah makan.
4. Membantu Tubuh Tetap Aktif
Jalan kaki setelah makan juga dapat menjadi cara praktis untuk menambah aktivitas fisik harian.
Bagi orang yang banyak menghabiskan waktu duduk, berjalan selama beberapa menit setelah makan dapat menjadi kesempatan untuk mengurangi waktu sedentari.
Jika dilakukan secara rutin dan dikombinasikan dengan pola makan seimbang, kebiasaan berjalan kaki dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Jangan Langsung Jalan Cepat Setelah Makan
Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, bukan berarti seseorang harus langsung melakukan aktivitas berat setelah selesai makan.
Pada sebagian orang, bergerak terlalu cepat ketika perut masih penuh dapat memicu rasa tidak nyaman. Keluhan yang mungkin muncul antara lain kram perut, mual, kembung, hingga refluks asam lambung.
Karena itu, pilih aktivitas dengan intensitas ringan seperti berjalan santai. Jika tubuh terasa tidak nyaman, kurangi kecepatan atau berikan jeda terlebih dahulu.
Berapa Lama Sebaiknya Berjalan Setelah Makan?
Tidak ada aturan universal yang menentukan setiap orang harus menunggu dalam jumlah waktu tertentu sebelum berjalan kaki.
Yang terpenting adalah menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh dan jenis makanan yang dikonsumsi. Bagi sebagian orang, berjalan santai beberapa saat setelah makan terasa nyaman, sementara lainnya mungkin membutuhkan waktu istirahat lebih lama.
Hindari berjalan terlalu cepat atau melakukan olahraga berat ketika perut masih terasa sangat penuh. Jika memiliki kondisi medis tertentu, terutama yang berkaitan dengan gula darah atau pencernaan, konsultasikan jenis dan waktu aktivitas yang sesuai dengan dokter.
Pada akhirnya, jalan kaki setelah makan dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu tubuh tetap aktif. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika dibarengi pola makan bergizi, aktivitas fisik rutin, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
