
Jakarta – Cara menikmati kopi ternyata dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh. Penelitian terbaru menemukan bahwa kebiasaan minum kopi, terutama kopi hitam dengan sedikit tambahan gula dan lemak, dikaitkan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah.
Kopi sudah lama menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Selain membantu meningkatkan energi dan membuat tubuh lebih waspada, minuman ini juga mengandung berbagai senyawa yang dianggap bermanfaat bagi kesehatan, termasuk antioksidan dan kafein.
Namun, manfaat tersebut tidak selalu berlaku pada semua jenis sajian kopi. Bahan tambahan yang dimasukkan ke dalam minuman, seperti gula, pemanis, dan lemak, turut menjadi perhatian para peneliti.
Dikutip dari Science Alert, penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Tufts University di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, mencoba melihat lebih jauh hubungan antara kebiasaan minum kopi dan risiko kematian dini.
Penelitian tersebut melibatkan 46.332 orang berusia di atas 20 tahun. Dalam menganalisis pola konsumsi kopi para peserta, peneliti juga memperhatikan jumlah gula serta lemak yang ditambahkan ke dalam minuman.
Batas konsumsi gula dan lemak yang digunakan sebagai acuan penelitian merujuk pada Dietary Guidelines for Americans.
Kopi Hitam Punya Hasil Berbeda
Dari data yang dianalisis, para peneliti menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Akan tetapi, efek tersebut terutama terlihat pada orang yang mengonsumsi kopi tanpa banyak tambahan.
Peserta yang minum kopi hitam atau menambahkan gula dan lemak dalam jumlah sangat sedikit tercatat memiliki risiko kematian dini 14% lebih rendah.
Sebaliknya, manfaat tersebut tidak terlihat dengan pola konsumsi kopi yang mengandung tambahan gula atau lemak dalam jumlah lebih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa cara menyajikan kopi juga perlu diperhatikan.
Binjie Zhou, ahli epidemiologi dari Tufts University, menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya telah meneliti hubungan konsumsi kopi dengan risiko kematian. Penelitian terbaru ini turut mempertimbangkan peran bahan tambahan yang biasa dimasukkan ke dalam kopi.
Gaya Hidup Turut Diperhitungkan
Para peneliti tidak hanya melihat kebiasaan minum kopi. Faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan peserta juga diperhitungkan dalam penelitian, termasuk aktivitas olahraga, konsumsi alkohol, usia, jenis kelamin, serta tingkat pendidikan.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, hasil penelitian semakin memperkuat temuan sebelumnya mengenai kemungkinan hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan.
Meski demikian, penelitian ini belum dapat menyimpulkan bahwa kopi secara langsung menyebabkan seseorang memiliki umur lebih panjang. Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme serta dampak konsumsi kopi terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Bagi pencinta kopi, temuan ini dapat menjadi pertimbangan untuk lebih memperhatikan cara penyajiannya. Kopi hitam dengan tambahan gula dan lemak yang minimal menjadi pola konsumsi yang dikaitkan dengan hasil kesehatan lebih baik dalam penelitian tersebut.
