
Jakarta – Telur disebut dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang membantu menjaga berat badan tetap stabil, terutama bagi orang yang sedang mengurangi atau menghentikan penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 seperti Ozempic, Wegovy, maupun Mounjaro.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Adam Collins, Associate Professor of Nutrition dari University of Surrey, Inggris. Menurutnya, telur memiliki kandungan protein berkualitas yang dapat membantu mempertahankan rasa kenyang sehingga berpotensi mengurangi risiko berat badan kembali naik setelah terapi dihentikan.
Obat golongan GLP-1 awalnya dikembangkan untuk membantu mengendalikan diabetes tipe 2. Cara kerjanya adalah meniru hormon alami tubuh yang berperan dalam mengatur kadar gula darah sekaligus mengurangi nafsu makan. Belakangan, obat-obatan seperti semaglutide, liraglutide, dulaglutide, hingga exenatide juga banyak digunakan sebagai terapi obesitas.
Dikutip dari Daily Mail UK, Collins menjelaskan bahwa semakin banyak orang mencari cara alami untuk mempertahankan hasil penurunan berat badan setelah berhenti menggunakan obat tersebut.
Menurutnya, banyak pengguna menghentikan terapi GLP-1 karena berbagai alasan, mulai dari biaya yang tidak murah, munculnya efek samping, hingga target berat badan yang telah tercapai.
Namun, tantangan terbesar setelah menghentikan terapi adalah meningkatnya risiko berat badan kembali bertambah. Sejumlah penelitian menunjukkan sebagian besar berat badan yang telah hilang dapat kembali dalam beberapa waktu setelah penggunaan obat dihentikan karena perubahan hormon yang mengatur rasa lapar.
Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, Collins menyarankan memasukkan telur ke dalam pola makan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein lengkap yang mengandung seluruh asam amino esensial, vitamin D, serta berbagai mikronutrien penting lainnya. Selain bernilai gizi tinggi, telur juga relatif mudah diperoleh dan harganya lebih terjangkau dibandingkan banyak sumber protein hewani lainnya.
Menurut Collins, kandungan protein dalam telur membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga seseorang cenderung makan lebih sedikit pada waktu makan berikutnya.
Beberapa penelitian menunjukkan protein telur mampu merangsang pelepasan hormon GLP-1 alami dalam tubuh sekaligus membantu menekan hormon ghrelin yang berperan memicu rasa lapar. Dengan demikian, efek kenyang dapat bertahan lebih lama meskipun mekanismenya berbeda dengan obat GLP-1.
Meski demikian, Collins menegaskan bahwa telur bukanlah pengganti obat penurun berat badan, melainkan salah satu pilihan makanan yang dapat mendukung pola makan sehat.
Selain membantu mengendalikan nafsu makan, asupan protein dari telur juga penting untuk menjaga massa otot. Hal ini menjadi perhatian karena sebagian pengguna obat penurun berat badan berisiko kehilangan massa otot apabila kebutuhan protein hariannya tidak terpenuhi.
Karena mudah diolah, bernutrisi, dan porsinya praktis diatur, telur dinilai dapat menjadi bagian dari strategi mempertahankan berat badan setelah proses penurunan berat badan, terutama bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik secara rutin.
