
Jakarta – Telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Namun, banyak orang masih ragu mengonsumsinya karena kandungan kolesterol pada kuning telur. Faktanya, yang lebih berpengaruh terhadap kesehatan bukan hanya telurnya, melainkan cara mengolah dan mengonsumsinya.
Orang dengan kadar kolesterol tinggi sebenarnya masih dapat menikmati telur selama dikonsumsi secara bijak. Mengutip Times of India, berikut beberapa cara agar makan telur tetap aman tanpa meningkatkan risiko kolesterol jahat.
1. Konsumsi Telur Secara Seimbang
Kuning telur memang mengandung kolesterol, tetapi juga kaya nutrisi penting seperti kolin, vitamin A, D, E, dan K yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, tidak perlu menghindarinya sepenuhnya.
Pilihan yang lebih baik adalah mengonsumsi satu butir telur utuh dan menambahkan putih telur bila ingin meningkatkan asupan protein. Cara ini membantu memenuhi kebutuhan gizi tanpa berlebihan dalam mengonsumsi kolesterol.
2. Pilih Teknik Memasak yang Lebih Sehat
Metode memasak berpengaruh besar terhadap nilai gizi telur. Menggoreng dengan banyak minyak atau mentega dapat meningkatkan asupan lemak jenuh yang kurang baik bagi kesehatan jantung.
Sebagai alternatif, telur bisa direbus, dikukus, dibuat poached, atau dimasak menggunakan sedikit minyak. Teknik tersebut mampu mempertahankan kandungan nutrisinya tanpa menambah lemak berlebih.
3. Padukan dengan Makanan Kaya Serat
Meski kaya protein, telur hampir tidak mengandung serat. Karena itu, sebaiknya telur disantap bersama bahan makanan yang kaya serat agar menu menjadi lebih seimbang.
Sayuran hijau, buah, gandum utuh, atau oatmeal bisa menjadi pelengkap yang baik. Kombinasi ini membantu pencernaan sekaligus mendukung pengelolaan kadar kolesterol dalam tubuh.
4. Hindari Pendamping yang Tinggi Lemak
Sering kali yang menjadi masalah bukan telur, melainkan makanan pendampingnya. Roti putih, sosis, bacon, keju tinggi lemak, hingga mentega dalam jumlah banyak dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan natrium.
Agar lebih sehat, pilih roti gandum, tambahkan sayuran segar, dan manfaatkan rempah-rempah sebagai penambah cita rasa dibandingkan garam atau mentega.
5. Perhatikan Waktu Mengonsumsinya
Banyak ahli menilai telur lebih ideal dikonsumsi saat sarapan atau makan siang. Protein di dalamnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menyediakan energi untuk beraktivitas.
Sebaliknya, mengonsumsi telur dalam porsi besar menjelang tidur dapat membuat sebagian orang merasa lebih sulit mencerna makanan. Pada individu yang sensitif, kondisi ini berpotensi memicu rasa begah, asam lambung naik, atau gangguan pencernaan lainnya.
Meski demikian, yang paling penting tetaplah menjaga pola makan secara keseluruhan. Telur dapat menjadi bagian dari menu sehat apabila dikonsumsi dalam porsi yang wajar, dipadukan dengan makanan bergizi, dan diolah menggunakan cara yang lebih sehat.
