
Jakarta – Stres menjadi kondisi yang sering dialami banyak orang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain faktor lingkungan dan pola hidup, ternyata kebiasaan makan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat stres seseorang.
Stres yang berlangsung terus-menerus atau kronis dapat berdampak pada kesehatan tubuh karena berhubungan dengan peningkatan hormon kortisol. Salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi tersebut adalah pola makan yang kurang seimbang.
Mengutip Food NDTV (17/6/2026), ahli gizi Rujuta Diwekar menjelaskan bahwa beberapa kebiasaan makan tertentu dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami stres. Berikut pola makan yang perlu diperhatikan.
1. Menjalani Diet Rendah Karbohidrat Secara Berlebihan
Diet rendah karbohidrat sering dipilih karena dianggap dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat. Namun, mengurangi asupan karbohidrat secara berlebihan justru dapat berdampak pada kondisi mental.
Menurut Rujuta Diwekar, tubuh membutuhkan nutrisi yang seimbang, termasuk karbohidrat, untuk mendukung fungsi otak. Ketika asupan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, kadar neurotransmitter seperti GABA yang berperan dalam membantu mengendalikan stres dapat menurun.
Karena itu, mengurangi konsumsi gula berlebih lebih disarankan dibandingkan menghilangkan sumber karbohidrat utama seperti nasi atau makanan berkarbohidrat lainnya secara ekstrem.
2. Sering Melewatkan Sarapan
Sarapan memiliki peran penting dalam memberikan energi dan memenuhi kebutuhan nutrisi setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur.
Kebiasaan melewatkan sarapan ternyata dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk meningkatkan kadar kortisol secara alami. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih mudah merasa tertekan dan memperburuk respons terhadap stres.
Ahli gizi menyarankan untuk tetap memenuhi kebutuhan sarapan dengan menu yang bergizi agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk menjalani aktivitas.
3. Menghindari Konsumsi Buah
Sebagian orang membatasi konsumsi buah karena menganggap kandungan gula alaminya dapat berdampak buruk. Padahal, buah memiliki berbagai nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh.
Rujuta Diwekar menjelaskan bahwa beberapa buah seperti pisang dan mangga justru mengandung prebiotik yang mendukung kesehatan usus dan sistem pencernaan. Kondisi usus yang sehat juga berkaitan dengan keseimbangan suasana hati dan pengelolaan stres.
Selain itu, buah-buahan kaya akan antioksidan dan polifenol yang membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung kesehatan kulit dan rambut.
Dengan menjaga pola makan yang seimbang, tubuh tidak hanya mendapatkan nutrisi yang cukup, tetapi juga dapat membantu mengelola stres dengan lebih baik.
